Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Tuesday, 14 April 2015
Sejarah Dieng
Candi Dieng merupakan kumpulan candi
yang terletak di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa tengah. Kawasan Candi
Dieng menempati dataran pada ketinggian 2000 m di atas permukaan laut,
memanjang arah utara-selatan sekitar 1900 m dengan lebar sepanjang 800 m.
Kumpulan candi Hindu beraliran Syiwa
yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9 ini
diduga merupakan candi tertua di Jawa. Sampai saat ini belum ditemukan
informasi tertulis tentang sejarah Candi Dieng, namun para ahli memperkirakan
bahwa kumpulan candi ini dibangun atas perintah raja-raja dari Wangsa
Sanjaya. Di kawasan Dieng ini ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 808
M, yang merupakan prasasti tertua bertuliskan huruf Jawa kuno, yang masih masih
ada hingga saat ini. Sebuah Arca Syiwa yang ditemukan di kawasan ini sekarang
tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Pembangunan Candi Dieng diperkirakan
berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama yang berlangsung antara akhir abad
ke-7 sampai dengan perempat pertama abad ke-8, meliputi pembangunan Candi
Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi dan Candi Gatutkaca. Tahap kedua merupakan
kelanjutan dari tahap pertama, yang berlangsung samapi sekitar tahun 780 M.
Candi Dieng pertama kali diketemukan
kembali pada tahun 1814. Ketika itu seorang tentara Inggris yang sedang
berwisata ke daerah Dieng melihat sekumpulan candi yang terendam dalam genangan
air telaga. Pada tahun 1956, Van Kinsbergen memimpin upaya pengeringan telaga
tempat kumpulan candi tersebut berada. Upaya pembersihan dilanjutkan oleh
pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1864, dilanjutkan dengan pencatatan dan
pengambilan gambar oleh Van Kinsbergen.
Luas keseluruhan kompleks Candi
Dieng mencapai sekitar 1.8 x 0.8 km2. Candi-candi di kawasan Candi Dieng
terbagi dalam 3 kelompok dan 1 candi yang berdiri sendiri yang dinamakan
berdasarkan nama tokoh dalam cerita wayang yang diadopsi dari Kitab Mahabarata.
Ketiga kelompok candi tersebut adalah Kelompok Arjuna, Kelompok Gatutkaca,
Kelompok Dwarawati dan satu candi yang berdiri sendiri adalah Candi Bima.
Monday, 13 April 2015
Bani Abbasiyah
|
Bani Abbas (750-932)
1) Khalifah Abu Abbas As-Safah (750-754 M) 2) Khalifah Abu Jakfar Al-Mansur (754-775 M) 3) Khalifah Al-Mahdi (775-785 M) 4) Khalifah Al-Hadi (785-786 M) 5) Khlifah Harun Al-Rasyid (786-809 M) 6) Khalifah Al-Amin (809-813 M) 7) Khalifah Al-Makmun (813-833 M) 8) Khalifah Al-Muktasim (833-842 M) 9) Khalifah Al-Wasiq (842-847 M) 10) Khalifah Al-Mutawkkil (847-861 M) 11) Khalifah Al-Muntasir (861-862 M) 12) Khalifah Al-Mustain (862-866 M) 13) Khalifah al-Mukktazz (866-869 M) 14) Khalifah Al-Muhtadi (869-870 M) 15) Khalifah Al-Muktamid 9870-892 M) 16) Khalifah Al-Muktadid (892-902 M) 17) Khalifah Al-Muktafi (902-908 M) 18) Khalifah Al-Muktadir (908-932 M) |
Bani Buwaihi (932-1075 M)
19) Khalifah Al-Kahir (932-934 M) 20) Khalifah Ar-Radi (934-940 M) 21) Khalifah Al-Mustagi ( 940-944 M) 22) Khalifah Al-Muktakfi (944-946 M) 23) Khalifah Al-Mufi (946-974 M) 24) Khalifah At-Tai (974-991 M) 25) Khalifah Al-Kadir (991-1031 M) 26) Khalifah Al-Kasim (1031-1075 M)
Bani Saljuk
(1075-1258 M)
27) Khalifah Al-Muqtadi (1075-1084 M) 28) Khalifah Al-Mustazhir (1074-1118 M) 29) Khalifah Al-Mustasid (118-1135 M) 30) Khalifah Ar-Rasyid (1135-1136 M) 31) Khalifah Al-Mustafi (1136-1160 M) 32) Khalifah al-Mustanjid (1160-1170 M) 33) Khalifah Al0Mustadi (1170-1180 M) 34) Khalifah An-Nasir (1180-1224 M) 35) Khalifah Az-Zahir (1224-1226 M) 36) Khalifah Al-Mustansir (1226-1242 M) 37) Khalifah Al-Muktasim (1242-1258 M) |
Sunday, 12 April 2015
KAJIAN SOSIO-HISTORIS TERHADAP MASYARAKAT ARAB KLASIK
Masyarakat Arab pra Islam secara umum terbagi menjadi
dua kelompok, yaitu; kelompok Arab al-Baidah dan kelompok Arab al-Baqiyah.Arab al-Baidah merupakan komunitas masyarakat Arab yang mengalami kepunahan,
fenomena sejarahnya dapat diketahui melalui informasi yang tidak lengkap dari
prasasti, kitab suci dan termasuk al-Qur’an. Sedangkan Arab al-Baqiyah
merupakan komunitas Arab yang tetap eksis dan terpelihara sejarahnya di bangsa
Arab. Dalam dinamika selanjutnya kelompok Arab al-Baqiyah terpecah menjadi dua
klan/bagian yaitu klan Qohton bertempat di wilayah Arab Selatan (daerah Yaman) dan
Klan Adnan yang menempati daerah Arab bagian utara (daerah Hijaz) yang kemudian
dikenal dengan sebutan klan Arab al-Muta’arrobah atau al-Musta’rabah.
Klan Qohton pada awalnya merupakan kelompok yang maju
karena sudah memiliki peradaban yang tinggi, namun kemudian mengalami badai
krisis ekonomi dan politik yang mengakibatkan imigrasi besar-besaran ke Arab
bagian Utara yaitu Klan Adnan. Fenomena imigrasi yang dilakukan klan Qohton ke
klan Adnan ini yang mengakibatkan kebangkitan dan perkembangan peradaban di
Arab Utara.
Arab Utara mengalami kemajuan disebabkan oleh dua
factor, yaitu factor eksternal yaitu migrasi yang dilakukan oleh Arab
Selatan. Kedua, kota Makkah berfungsi secara maksimal, sebagai pusat kota,
pusat religious, ekonomi, politik dan budaya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
